Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Hilal Terlihat 3,8 Derajat, Lebaran Dipastikan Besok


Hilal di wilayah nusantara bahkan di sebagian Asia tenggara telah terlihat diatas dua derajat. Di Indonesia hilal berada pada posisi 3,8 derajat.

“Hampir 4 derajat yaitu kira-kira 3,8 derajat,” kata anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, di gedung Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (7/8/2013), dilansir detik.com.

Cecep mengatakan, hilal kali tidak berada di posisi kritis. Posisi hilal kritis berada di 0-2 derajat. Posisi ini membuat jatuhnya hari raya idul fitri hampir pasti jatuh ada esok hari.
“Insya Allah dengan posisi hilal yang cukup baik, memberikan kesempatan kepada kita untuk bersatu,” ujarnya.

Meski begitu, penentuan idul fitri masih menunggu hasil sidang isbat. Sidang sudah dimulai pukul 17.10 WIB dan masih berlangsung hingga saat ini.
0 komentar

Pemerintah Sidang Isbat, NU Intip Hilal di 90 Titik

Pemerintah Republik Indonesia, Rabu (7/8/2013) sekitar pukul 14.00 WIB, mulai menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1434 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Acara, sebagaimana terpantau oleh sejumlah redaksi berita televisi, diawali dengan pidato pembukaan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan prasidang isbat untuk membahas pelbagai persoalan terkait penentuan 1 Syawal selama ini. Hasil rukyatulhilal atau memperhatikan pergerakan bulan sabit yang menandai awal bulan baru akan dibahas kemudian dan diharapkan selesai sekitar pukul 19.00 WIB.
Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU), organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia secara mandiri menggelar rukyatulhilal di 90 titik.NU Online mengungkapkan Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama mengkoordinir pelaksanaan rukyatulhilal untuk penetapan tanggal 1 Syawal 1434 H itu.
Pemantauan hilal di 90 titik strategis Indonesia, Rabu sore, dilakukan bertepatan dengan tanggal 29 Ramadhan. Titik strategis itu meliputi kawasan pantai, bukit dan menara.
Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar NU KH A. Ghazalie Masroeri mengatakan pihaknya telah menugaskan 110 pelaksana rukyat bersertifikat nasional yang tersebar di titik-titik itu. “Para perukyat bersertifikat nasional akan melakukan rukyat bersama para alim ulama, ahli hisab, ahli astronomi dan, ahli fikih dan warga nahdliyin setempat,” katanya di kantor PBNU Jakarta Pusat, Senin (5/8).
Hasil hisab penyerasian yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah PBNU untuk Idul Fitri 1434 H di Markaz Jakarta, sebagaimana dimuat dalam Almanak PBNU tahun 2013 menyebutkan, ijtimak atau konjungsi akan terjadi Rabu pukul 14:50:21 WIB. Tinggi hilal pada saat dilakukan pengamatan 3049’06”.
Data hisab itu sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah atau visibilitas pengamatan, sehingga Lajnah Falakiyah memprediksi 1 Syawal jatuh pada Kamis, 8 Agustus 2013. “Apabila ada laporan bahwa pelaksanaan rukyat telah berhasil melihat hilal, maka Hari Idul Fitri 1434 H jatuh pada Kamis (8/8/2013). Tetapi apabila pelaksanaan rukyat tidak ada yang berhasil melihat hilal, maka Hari Idul Fitri jatuh pada Jumat (9/8/2013) dan puasa digenapkan 30 hari,” kata Kiai Ghazalie.
0 komentar
 
Support : Ketibandaru
Copyright © 2011. Renungan Syahdu - All Rights Reserved
Template Created by Renungan Syahdu
Proudly powered by Blogger